Label

Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2016

Kuliner Tahu Gejrotz Yang Mantap

Kuliner Tahu Gejrotz Yang Mantap. Sekitar jam 21.30 WIT (waktu indonesia bagian Tegal) kami berdua pergi ke rumah kos-kosan, sebelum sampai di tempat kos, cerita dulu tentang kondisi Tegal pada waktu malam hari, jam segitu sudah pada sepi walaupun angkutan umum masih mencari mangsa (penumpang) yang mungkin keluar malam. Dan malam itu hanya ada 1 atau 2 angkutan yang masih ngelayab mengarungi dinginnya malam. Malam itu adalah malam senin, sebab minggunya semua pada libur tanpa kecuali bagi mereka para penjual makanan yang sepertinya tidak ada liburnya. Sebab mereka mengurusi perut orang-orang yang belum terisi oleh makanan pokoknya.  
Ilustrasi Tahu Gejrotz Khas Cirebon
Di daerah Pagongan masih terjejer kuliner lapak separti lapak nasi gerong, penjual gorengan, mini market, dan cukur boedi masih tetap buka. Kemudian daerah Karanganyar juga demikian, penjual nasi goreng, gorengan tahu tempe, beberapa makanan gorengan lainya, plus penjual martabak mobile juga mengkal mencari mangsa. Sesampai di kawasan kejambon (RS Kardinah) juga masih banyak kuliner kaum pinggiran masih buka, bahkan malam itu sudah akan mulai kukud (the end). Juga angkringan emper toko ada yang masih buka. 

Setelah sampai di kawasan gank cempaka, kami berdua putar ke kanan ke kost, disitu kos-kos deret dan susun berada. Diparkiran motor terlihat seonggok tahu gejrot yang nangkring di depan jok. Akhirnya kuambil seonggoh kuliner khas Cirebon tersebut, setelah tentangga kos menghubungi lepat phonsel si punya gejrotz tersebut. So akhirnya kami berdua pulang ke daerah Talang dengan membawa satu tas kresek makanan khas Cirebon tersebut. Setelah di rumah maka dimakannya makanan ringan tersebut, enak nih buat dimakan malam. (end)

Sabtu, 10 September 2016

Ke Pasar Banjaran Untuk Membeli Bahan Masakan Sayur Ikan Banyar

Jam 15.13 Cerita hari ini masih seputar jalan-jalan.


Setelah Sholat zhuhur kira-kira jam 14.00, penulis dan istri go to market untuk membeli bahan-bahan masakan dalam rangka untuk membuat masakan sayur ikan banyar pakai kecap, pasar dalam suasana mendung ceria rupanya masih banyaknya penjual dan pembeli melakukan aktivitasnya. Kondisi jalanpun semakin macet saja dan memang daerah tersebut kendaraanya padat merayap, sesekali berhenti beberapa menit. Pasar Banjaran memang sangat terkenal dibagi menjadi dua lantai, lantasi atas untuk Banjaran Permai dan lantai bawah untuk kegiatan pasar tradisional sehari-hari, hingga di teras BP istilah warga masyarakat menyebutnya dipenuhi pedagang berbagai macam daganganya. Bahkan disekitar pertokoan BP tersebut juga dipenuhi lapak-lapak yang kumuh. Sehingga BP terkesan pasar modern yang semi kumuh.


Penulis dan istri tidak masuk BP baik lantai atas atau lantai bawah, tetapi di sebelah utaranya dan disitulah tempat para pedagang dengan lapak-lapak sederhananya guna menawarkan barang dagangannya, dan istripun membeli beberapa bahan untuk menu masaknya seperti
Tauge, Tomat, Cabe hijau. Cabe merah. Kecap, Ikan Banyar dan brambang. Kenapa penulis dan istri belanja sore hari, karena hari ini adalah hari pertama puasa, dimana menu tadi untuk berbuka puasa sunah di bulan Haji saat ini. Pastinya nanti akan buka puasa dengan menu ikan banyar pake kecap, tentu sedap bukan (hasilnya tunggu saja).

Tidak saja bahan masakan yang dibeli, tetapi opak atau krupuk kesukaan istriku juga buah jeruk yang banyak seratnya juga dibelinya. Lengkap sudah, penulis menunggu hasil masakan tersebut.

Salam Blogger


Jumat, 09 September 2016

Dinner Dengan Masakan Tahu, Ikan Panggang di Rumah Mertua

Cerita Kemarin ditulis sekarang, begini


Masih seputar jalan-jalan, kali penulis akan jalan-jalan ke rumah mertua di desa Jembayat Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, letaknya 20 kilometer dari rumahnya penulis, rencananya akan naik Bus, tetapi karena hari itu adalah hari Jumat, sepertinya bus-bus besar atau bus seperempat tidak nongol, mungkin hari Jumat adalah hari yang pendek dan hari Raya bagi umat Islam dimana hari Jumat merupakan rutiniitas untuk sholat Jumat di masjid-masjid.

Dan pada saat, penulis berada di ujung gang mau nyeberang ke arah barat, tiba-tiba driver galau datang tanpa disangka-sangka, yang pada akhirnya penulis dan driver tersebut melaju dengan motornya ke arah selatan menuju desa Jembayat, tetapi sebelumnya penulis mampir terlebih dahulu ke Pasar Adiwerna, untuk membeli bahan-bahan untuk dijadikan lauk seperti tahu basah dua bungkus harganya Rp.2500,- kemudian membeli ikan panggang 7 buah dan irisan ikan cucut 3 buah. Seperti gambar berikut:
Tahu Basah Mentah
Pindang
Irisan Ikan Cucut

Setelah membeli ketiga bahan masakan tersebut, kemudian penulis dan driver melaju lagi, melalui jalan dua, jalan masih sepi karena jamnya para aktivitas kerja mulai beraktivitas. Di daerah selatan memang masih asri belum terkontaminasi dengan kondisi kota besar, tetapi orang-orang atau penduduknya lebih menyukai urbanisasi ke kota-kota besar untuk mencari nafkah seperti kota tujuan: Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya. Terbersit dari penulis untuk membeli oleh-oleh makanan, setibanya di daerah Balapulang ke selatannya yaitu daerah yang kanan kirinya pasar, penulis berhenti guna membeli makanan martabak manis dua bungkus dengan harga Rp.10.000. 
Martabak Mini Manis

Setelah membeli martabak mini manis itu, kami berdua langsung melalu ke Jembayat, tibalah di Jembayat sekitar pukul 10.00 WIB, sambil menunggu sholat Jum;at, tibalah sholat jum;at, dan kami berdua tidak memakai sarung, karena tidak membawa bekal sarung dan tidak pinjam sarung. Sehabis sholat Jum'at kami sekeluarga menyantap masakan buatan Bojoku dengan bahan-bahan tadi. 


Salam Blogger
Sumber Gambar : google.com/images




Kamis, 08 September 2016

Survei Penelitian di DIPKORA Kabupaten Tegal sekaligus Mencicipi Menu Ikan Tongkol

Cerita tadi pagi. 

Seperti biasa ceritanya jalan-jalan untuk silaturohim ke DIPKORA Kabupaten Tegal untuk melakukan survei dimana temanku mahasiswa Unisulla akan melakukan penelitian di kantor tersebut. Sebelumnya akan melakukan atau mencari obyek penelitian di kantor lain, tetapi karena ketidakpastian. maka obyek penelitian dirubah di kantor DIPKORA. Dan sesaat tiba di kantor langsung ketemu UP, yaitu yang mengurusi administrasi kepegawaian, kemudian setelah temanku bertemu dengan kepala UP, akhirnya disepakati bahwa untuk melakukan survei (meminta data tentang struktur organisasi dan tupoksi) maka secara prosedur harus melakukan izin penelitian dengan tembusan pada kantor 

Bapeda dan Kesbanglimas Kabupaten Tegal. Dimana setelah mahasiswa mengantongi surat dari Bapeda dan Kesanblimas tersebut, maka surat tersebut akan diberikan kepada DIPKORA, dan ini sudah prosedural dan turun temurun. Memang demikian adanya apabila kita atau mahasiswa akan melakukan penelitian (survei, penyebaran quesioner) maka yang harus dilakukan harus mengikuti peraturan yang ada, jangan disangka itu ribet buang jauh-jauh pemikiran sempit tersebut. Segala sesuatu apabila sesuai prosedur maka akan menghasilkan output yang baik.

di
Setelah dari DIPKORA kabupaten Tegal, penulis dan teman mahasiswa menuju ke rumahnya untuk silaturohim di desa Pener, sebuah desa yang masih asri dan sudah terkontaminasi dengan kondisi yang ada, di daerah tersebut kebanyakan warganya ada yang merantau dan berprofesi sebagai supir truk, yang kebetulan di daerah tersebut banyaknya penghasil batu untuk bangunan serta pasir. Bentuk bangunan rumahpun sudah mulai mengkota, seperti bangunan-bangunan kota. 

Tepat jam 12.00 siang, penulis disuguhi makan siang dengan lauk seperti masakan ikan tongkol, 

Ilustrasi Masakan Ikan Tongkol
Kemudian oseng-oseng wortel dan kubis, juga tahu gambir goreng, telur. Resep masakan yang dibuat oleh tuan rumah sangat enak,  saking nikmathnya penulis makan dua kali plus oseng-oseng wortel dan kubis tersebut. Setelah selesai makan, ternyata temanku si driver galau datang juga, 10 menit kemudian dia makan siang juga. Selesai makan penulis dan driver galau melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat rumah yang jaraknya hanya beberapa meter saja.  Kemudian setelah sholat dhuhur, istirahat sejenak hingga akhirnya antara jam 14.00 WIB, penulis dan driver galau pulang ke tanah kelahiran yaitu desa Talang. Hari ini memang capek sekali, dan ketika sampai di rumah penulis tidur sorean.

Sumber gambar : google.com/images

Rabu, 07 September 2016

Dinner Rabu Bubur Ayam plus Sambel Layah Talang

Cerita pagi tadi.
Sekitar antara jam 8.56 waktu setempat, penulis dan driver motor melaju ke arah utara, waktu itu penulis belum diisi perutnya dan karena belum sarapan pagi, hingga akhirnya kami bersama driver untuk mencari makanan. Tetapi sebelumnya, singgah terlebih dahulu di sebuah perpustakaan daerah Kota Tegal. Nah disitu penulis masuk di ruangan umum lantai bawah, ada beberapa surat kabar yang tertata rapi, dari koran kemarin sampai sekarang. Ruangan perpustakaan bersih dan rapi, ada juga majalah agama, majalah bisnis, majalah tanaman, kamus bahasa dan sebagainya. Penulis membaca buku yang berisi inspirasi dan ide bisnis, dan terakhir penulis membaca tentang kisah 10 tahun meninggalnya Munir, seorang aktivis pembela kebenaran. Ceritanya bagus, menarik, patut dibaca oleh siapa saja. Menariknya cerita si Munir tersebut, karena hingga kini masih misterius siapa dalang otak sutradara pembunuh si Munir.
Ilustrasi Ruang Perpustakaan
Berikutnya, setelah melihat dan membaca buku-buku, majalah, koran, tabloid di perpustakaan, kami berdua mencari mangsa yaitu mencari makanan sebagai pengganjal perut, tetapi karena sesuatu hal (driver lagi galau, entah kenapa) Penulis menuju lesehan bubur ayam yang letaknya di pinggir jalan atau tepatnya area alun-alun. Kami pesan dua mangkok bubur ayam, ditambah teh manis panas, dan 3 tusuk sate telur puyuh. Saking haus dan laparnya penulis habis duluan, bubur ayam tersebut nikmat sekali, sekali makan plus minuman dan sate dibandrol Rp.29.000.- mantap untuk sarapan plus makan siang. Si Driver hari kayaknya galau berat, setelah mendapat SMS dari seseorang. 

















Setelah kenyang akibat menyantap bubur ayam, maka kami berdua menuju toko buku dan alat-alat tulis, tepatnya di Jalan Kartini (depan SMP 10 Tegal), penulis membeli 1 rim kertas ukuran 80 gram dan 70 gram kwarto, mengingat kertasnya hampir habis untuk mencetak skripsi dari teman-teman.
Setelah terbeli kertas-kertas tersebut, kami berdua pulang kandang di Talang, sambil menunggu sholat dhuhur, penulis menyempatkan diri untuk melepas lelah karena kelelahan, sedangkan si Driver galaunya menjadi-menjadi dan menjadi pendiam. (mungkin masalahnya agak berat). Adzan dhuhur berkumandang, penulis bergegas ganti baju dan pake sarung, langsung ke masjid Nurul Huda Talang. Sekitar atau setelah sholat dhuhur mulai makan siang sama kakakku di sebuah warung makan Sambel Layah 2 Talang, kami memesan dua porsi tetapi beda lauk pauk, lele terbang dan ayam goreng lengkap nasinya, ditambah es teh jumbo dan cah kangkung sebagai pelengkap makan siang. 

Demikian cerita dinner hari rabu dengan menu bubur ayam plus Sambel Layah Talang dengan cah kangkung dan seperangkat lele terbang dan ayam goreng, semoga bermanfaat.

Salam Blooger
Sumber gambar : google images dan foto sendiri.