Kali ini, sehabis revisi separo jadi, penulis silaturohim ke rumah pengusaha sekaligus pembuat stir kapal yang terbuat dari kayu jati, tetapi sebelumnya penulis mampir terlebih dahulu untuk menitipkan wadah atau kenci untuk di isi air ledeng/PAM yang tepatnya di pelajaran masjid, disusul sekaligus bayar iuran speedy dan rekening listrik di tempat yang sama yaitu samping pengusaha dan pembuatn stir kapal laut.
Seperti biasa, penulis melihat secara live aktivitas si pengusaha tersebut sebutlah pak Yanto, dia sudah turun menurun pembuat stir kapal, usaha keluarga ini sudah menjadi turun temurun dari mendiang ayahnya, dulunya usaha ditempat tersebut berkaryawan banyak hampir 20an, tetapi entah karena apa, membuat karyawanya pindah majikan setelah diimingi-imingi sesuatu oleh majikan baru. Hingga saat ini usaha pembuatan stir kapal dikelola oleh pak Yanto tersebut bersama istrinya. Dan untuk mendapatkan order, dia dibantu oleh kakak-kakaknya yang sesekali memesan untuk dibuatkan stir kapal.